BeritaPedia.news, Banjarnegara Jawa Tengah — Rombongan Lembaga Swadaya Masyarakat Harapan Rakyat Indonesia Maju (LSM Harimau) melaksanakan kegiatan pembagian takjil sekaligus menyampaikan klarifikasi terkait polemik yang melibatkan Kepala Desa (Kades) Hoho di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (19/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas permasalahan yang sempat viral beberapa waktu lalu, terkait dugaan malapraktik dalam proses seleksi perangkat desa di wilayah tersebut.
“Kami menerima aduan dari masyarakat yang merasa dirugikan. Kehadiran kami di sini untuk memastikan bahwa proses seleksi perangkat desa berjalan secara jujur, transparan, dan adil,” ujar Prakasa Wijaya, selaku Ketua DPC LSM Harimau Banjarnegara.
Senada dengan itu, Sekretaris Wilayah DPW LSM Harimau Jawa Tengah, Ruswanto, menegaskan pentingnya penyelesaian persoalan melalui jalur yang sesuai dengan hukum serta menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang bersifat intimidatif atau kekerasan. Semua harus diselesaikan secara hukum dan melalui mekanisme yang berlaku,” kata Ruswanto.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW LSM Harimau Sumatera Selatan, Ardea Bintoro, yang memberikan dukungan terhadap upaya pendampingan masyarakat dalam memperjuangkan haknya.
“Kami mendukung penuh langkah DPC dan DPW dalam mengawal aspirasi masyarakat. Prinsipnya, keadilan harus ditegakkan tanpa ada tekanan dari pihak manapun,” ungkap Ardea Bintoro.
Diketahui, warga sebelumnya telah menyampaikan keberatan terhadap hasil seleksi perangkat desa kepada panitia penyelenggara. Namun, keberatan tersebut tidak mendapatkan tanggapan yang diharapkan, sehingga masyarakat memilih melaporkan permasalahan tersebut dan meminta pendampingan kepada LSM Harimau.
Situasi sempat memanas lantaran muncul dugaan adanya pihak tertentu yang membackup Kepala Desa dengan cara-cara yang dinilai tidak kondusif. Hal ini sempat menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.
Meski demikian, kegiatan yang diisi dengan aksi sosial pembagian takjil tersebut diharapkan dapat menjadi momentum untuk meredam situasi sekaligus membuka ruang dialog antara pihak-pihak terkait.
Hingga saat ini, masyarakat berharap adanya kejelasan dan transparansi dalam penyelesaian kasus tersebut. Sementara itu, pihak terkait diharapkan segera memberikan klarifikasi resmi guna menjaga kondusivitas di wilayah Desa Purwasaba. (Gie)














