BeritaPedia.news, OKU Timur — Upaya mempererat hubungan antara masyarakat adat dan unsur pimpinan daerah terus dilakukan Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur. Setelah sebelumnya bersilaturahmi dengan Ketua DPRD dan Bupati OKU Timur, kali ini lembaga adat menyambangi Komandan Kodim 0403 OKU, Letkol Arh Yusuf Winarno, S.I.P., M.Han., Kamis (15/1), bertempat di Aula Kantor Kodim 0403 OKU.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan. Pada kesempatan itu, Lembaga Pembina Adat OKU Timur secara resmi memakaikan Kepodang, penutup kepala adat laki-laki Komering, kepada Dandim 0403 OKU. Prosesi adat tersebut disertai penguatan makna melalui sastra lisan Komering yang sarat nilai filosofi dan pesan kearifan lokal.
Rombongan lembaga adat hadir lengkap bersama jajaran pengurus dan pesirah adat. Sementara itu, Letkol Yusuf Winarno didampingi oleh sejumlah Perwira Utama Kodim 0403 OKU. Kehangatan yang terjalin selama pertemuan mencerminkan eratnya hubungan emosional antara TNI dan masyarakat adat di wilayah OKU Timur.
Dalam sambutannya, Letkol Arh Yusuf Winarno mengungkapkan bahwa bertugas di OKU Timur memberikan kesan tersendiri baginya. Ia mengenang masa kecil yang tumbuh di tengah keluarga petani, sehingga kedekatannya dengan masyarakat OKU Timur terasa begitu alami.
“Berada di OKU Timur ini seperti kembali ke rumah sendiri. Kami dibesarkan di lingkungan keluarga petani, sehingga ketika berinteraksi dengan masyarakat di sini, terasa sangat dekat dan harmonis,” tutur Yusuf.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas penganugerahan Adok serta pemakaian Kepodang dari masyarakat adat Komering. Menurutnya, penghormatan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih dirinya berasal dari Jawa dan mendapat kepercayaan serta penerimaan yang begitu hangat dari masyarakat Sumatera Selatan.
“Sebagai orang Jawa yang bertugas di OKU Timur, mendapatkan Adok dari masyarakat Komering merupakan kehormatan dan kebanggaan besar bagi kami sekeluarga,” katanya.
Lebih jauh, Dandim 0403 OKU menegaskan komitmen TNI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menyebutkan bahwa peran TNI di OKU Timur telah mendapat pengakuan pemerintah pusat, khususnya dalam mendukung keberhasilan daerah di sektor ketahanan pangan.
“Capaian yang diraih OKU Timur tidak terlepas dari kebersamaan dan dukungan masyarakat. Bagi kami, kebahagiaan terbesar adalah ketika bisa membantu masyarakat, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni hingga pembangunan jembatan gantung yang sangat dibutuhkan warga,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur, H. Leo Budi Rachmadi, SE, menjelaskan bahwa silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat hubungan kelembagaan antara adat dan TNI di wilayah OKU Raya. Dalam pertemuan itu, pihaknya juga menyampaikan hasil Mufakat Adat IV Lembaga Pembina Adat OKU Timur.
“Dalam mufakat tersebut telah ditetapkan bahwa Kepodang merupakan penutup kepala adat laki-laki Komering. Penetapan ini melalui kajian adat yang mendalam, dan hari ini kami menyampaikannya sekaligus memakaikan Kepodang kepada Bapak Dandim sebagai bentuk penghormatan adat,” jelas Leo.
Ia menambahkan, sejak awal menjabat sebagai Dandim 0403 OKU, Letkol Yusuf Winarno sejatinya telah menjadi bagian dari masyarakat Komering. Hal tersebut ditandai dengan penganugerahan Adok Batin Panglima Kewedanaan I, sementara istri beliau, Ny. Shindy Yusuf Winarno selaku Ketua Persit OKU Raya, dianugerahi Adok Ibuan Ngeringgom Warga I.
“Adok tersebut berasal dari masyarakat eks Marga Bunga Mayang, yang bersumber dari rumah besar Kiay Hambali. Saat ini wilayah tersebut juga menjadi salah satu fokus pengembangan pangan oleh TNI,” terangnya.
Melalui penganugerahan tersebut, Lembaga Pembina Adat menegaskan bahwa Dandim 0403 OKU telah memiliki ikatan kekeluargaan dengan masyarakat adat Komering.
Pihaknya pun menyatakan dukungan penuh terhadap berbagai program nasional yang dijalankan TNI Angkatan Darat, khususnya yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, pembangunan daerah, serta pelestarian adat dan budaya.
“Kami mendukung penuh program nasional yang dilaksanakan di OKU Timur, termasuk yang diemban oleh TNI AD, demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Leo. (*)














