BeritaPedia.news, OKU Timur — Untuk mengantisipasi potensi banjir akibat meningkatnya curah hujan, jajaran Polsek Madang Suku I melakukan monitoring debit air Sungai Komering di wilayah penyeberangan Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 09.30 WIB.
Kegiatan monitoring tersebut dilaksanakan oleh personel Polsek Madang Suku I, yakni Aiptu Andres, SE, bersama Bripka Bobi Juanda. Pemantauan dilakukan guna memastikan kondisi debit air sungai serta dampaknya terhadap aktivitas dan pemukiman warga di sepanjang aliran Sungai Komering.
Aiptu Andres menyampaikan bahwa berdasarkan hasil monitoring, debit air Sungai Komering terpantau mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya dan berada pada kondisi relatif normal.
“Dari hasil pemantauan kami di lapangan, debit air Sungai Komering saat ini relatif normal dan mengalami penurunan dibandingkan hari kemarin. Aktivitas masyarakat masih berjalan seperti biasa dan pemukiman warga aman dari ancaman banjir,” ujar Aiptu Andres.
Ia menjelaskan, meskipun sempat terjadi peningkatan debit air akibat curah hujan yang turun sejak malam hari, namun air sungai belum meluap hingga ke bibir sungai. Dengan demikian, lahan perkebunan, persawahan, maupun pemukiman warga masih dalam kondisi aman.
Adapun desa-desa yang berada di pesisir Sungai Komering di wilayah hukum Polsek Madang Suku I meliputi Desa Rasuan, Desa Tridadi, Desa Gunung Terang, Desa Mendayun, Desa Agung Jati, Desa Karta Mulya, serta Desa Mangulak. Hingga saat ini, seluruh desa tersebut terpantau masih aman dari dampak banjir.
“Kami terus melakukan pemantauan secara berkala, terutama di desa-desa yang rawan terdampak luapan Sungai Komering. Apabila terjadi perubahan signifikan, kami akan segera melaporkan perkembangan situasi,” tambah Aiptu Andres.
Polsek Madang Suku I memastikan bahwa anggota piket bersama Bhabinkamtibmas akan terus melakukan monitoring debit air Sungai Komering sebagai langkah antisipasi dan upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Dengan adanya monitoring rutin ini, diharapkan potensi bencana banjir dapat diantisipasi sedini mungkin, sehingga keselamatan dan aktivitas masyarakat di wilayah Madang Suku I tetap terjaga. (Gie)














