Berita

Menembus Jalan Perkebunan, Mantri BRI Hadir Dekat dengan Pelaku Usaha di Pelosok Sumsel

206
×

Menembus Jalan Perkebunan, Mantri BRI Hadir Dekat dengan Pelaku Usaha di Pelosok Sumsel

Share this article

BeritaPedia.news, Kayuagung — Di tengah hamparan perkebunan kelapa sawit dan karet di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, akses menuju permukiman dan lokasi usaha masyarakat tidak selalu mudah. Terlebih saat hujan turun, sejumlah jalan tanah berubah licin dan berlumpur sehingga perjalanan menuju wilayah pelosok menjadi tantangan tersendiri.

Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah Alifia Naura Nazifah, Mantri BRI Unit Sumber Hidup, BRI Branch Office Kayu Agung, untuk tetap mendatangi masyarakat yang menjadi bagian dari wilayah tugasnya.

Dengan sepeda motor, Alifia menyusuri jalan antardesa untuk menemui ratusan debitur yang tersebar di Desa Tanjung Makmur, Desa Kayu Labu, dan Desa Sido Mulyo. Sebagian besar masyarakat di wilayah tersebut menggantungkan penghasilan dari perkebunan kelapa sawit dan karet. Sementara lainnya menjalankan usaha toko sembako maupun usaha manisan.

Bagi Alifia, tugas sebagai Mantri BRI bukan sekadar menjalankan aktivitas perbankan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat perdesaan.

“Keputusan saya bergabung dengan BRI sebagai Mantri didasari oleh keinginan kuat untuk berkontribusi secara nyata pada pemberdayaan ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya di wilayah Sumatera Selatan. BRI memiliki jangkauan yang sangat luas hingga ke pelosok, sehingga profesi Mantri memberikan saya ruang untuk menjadi jembatan akses keuangan bagi masyarakat yang membutuhkan permodalan,” ujar Alifia.

Dalam menjalankan tugas, Alifia tidak hanya bertemu debitur di rumah. Ia juga mendatangi kebun untuk melihat secara langsung aktivitas usaha masyarakat sekaligus berdiskusi mengenai perkembangan usaha dan berbagai kendala yang mereka hadapi.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun hubungan dan kepercayaan dengan masyarakat. Menurut Alifia, memahami karakter serta kondisi masyarakat setempat merupakan hal penting dalam menjalankan tugas di wilayah perdesaan.

“Membangun kepercayaan masyarakat desa memerlukan pendekatan humanis yang berlandaskan kearifan lokal. Saya selalu berusaha untuk bersikap terbuka, ramah, dan hadir bukan sekadar sebagai pihak perbankan, melainkan sebagai kawan diskusi yang memahami tantangan keseharian mereka,” ungkapnya.

Kedekatan dengan masyarakat tersebut turut membantu Alifia memahami kebutuhan pembiayaan sesuai dengan kondisi masing-masing usaha. Sejumlah fasilitas pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kupedes dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan modal kerja, investasi, hingga peremajaan lahan perkebunan.

Ketika akses menuju lokasi debitur sulit dilalui, Alifia terlebih dahulu berkoordinasi dengan tokoh masyarakat maupun ketua kelompok tani setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keberadaan debitur sebelum melakukan kunjungan lapangan.

Berbagai pengalaman selama berada di lapangan juga memberikan pelajaran tersendiri bagi Alifia. Interaksi dengan ratusan debitur membuatnya melihat bahwa aktivitas pembiayaan perbankan memiliki kaitan erat dengan kehidupan dan harapan keluarga di perdesaan.

“Pelajaran hidup terbesar yang saya peroleh adalah pentingnya empati, ketekunan, dan rasa syukur. Berinteraksi langsung dengan ratusan debitur mengajari saya bahwa di balik setiap berkas kredit yang disetujui, ada harapan sebuah keluarga untuk kehidupan yang lebih sejahtera, dan menjadi bagian dari perjuangan mereka adalah sebuah kebanggaan yang tak ternilai,” ujar Alifia.

Peran Mantri yang dekat dengan masyarakat tersebut juga menjadi bagian dari upaya BRI memperluas akses layanan dan pembiayaan keuangan hingga ke berbagai wilayah.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kisah Alifia menggambarkan bagaimana Mantri BRI memiliki peran yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan.

“Peran seperti Alifia menunjukkan bahwa Mantri BRI memiliki posisi penting dalam membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat sekaligus memahami perkembangan usaha mereka secara langsung. Kedekatan tersebut menjadi kekuatan BRI untuk memperluas inklusi keuangan melalui layanan dan pembiayaan yang relevan, sekaligus memastikan kehadiran BRI dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah,” pungkas Dhanny.

Di tengah tantangan geografis dan kondisi jalan menuju pelosok, kehadiran Mantri BRI menjadi salah satu bentuk layanan langsung kepada masyarakat. Bagi Alifia, perjalanan menembus perkebunan sawit dan karet bukan sekadar rutinitas pekerjaan, melainkan bagian dari upaya mendampingi masyarakat dalam mengembangkan usaha dan memperkuat perekonomian perdesaan. (Red)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights