Berita

Cegah Rabies, Pemkab OKU Timur Vaksinasi 2.000 HPR dan Bentuk 40 Kader Siaga

49
×

Cegah Rabies, Pemkab OKU Timur Vaksinasi 2.000 HPR dan Bentuk 40 Kader Siaga

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur — Upaya pencegahan dan pengendalian rabies terus diperkuat Pemerintah Kabupaten OKU Timur. Melalui Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskannak), sebanyak 2.000 hewan penular rabies (HPR) telah mendapatkan vaksinasi yang tersebar di 10 kecamatan.

Vaksinasi tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Rabies Sedunia atau World Rabies Day yang dilaksanakan Diskannak OKU Timur sepanjang September 2026.

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur, Yuni Haryanto, mengatakan pencegahan rabies harus dilakukan secara berkelanjutan. Menurutnya, rabies tidak hanya menjadi ancaman terhadap kesehatan hewan, tetapi juga berkaitan erat dengan keselamatan masyarakat.

“Rabies merupakan salah satu ancaman serius bagi kesehatan masyarakat maupun kesehatan hewan. Di Kabupaten OKU Timur sendiri, berdasarkan data populasi, tercatat jumlah hewan penular rabies saat ini mencapai 7.116 ekor,” ujar Yuni saat penutupan rangkaian kegiatan peringatan Hari Rabies Sedunia, Selasa, (29/9/2026).

Ia mengatakan, jumlah populasi HPR tersebut menjadi salah satu alasan penting bagi pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat upaya pencegahan di lapangan.

Menurut Yuni, pengendalian rabies tidak dapat dilakukan hanya ketika kasus telah ditemukan. Langkah pencegahan harus berjalan secara berkelanjutan melalui vaksinasi, edukasi kepada pemilik hewan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta penguatan koordinasi hingga tingkat desa.

“Angka ini menuntut kita untuk terus waspada, proaktif, dan bersinergi dalam melakukan pencegahan serta pengendalian rabies di Bumi OKU Timur,” katanya.

Vaksinasi Menjangkau 10 Kecamatan

Sebagai bentuk komitmen pengendalian rabies, Diskannak OKU Timur melaksanakan tiga rangkaian kegiatan dalam momentum Hari Rabies Sedunia.

Kegiatan pertama berupa vaksinasi rabies secara massal dan serentak yang berlangsung pada 10 hingga 25 September 2026.

Program tersebut menjangkau 10 kecamatan dan 32 desa. Dari pelaksanaan vaksinasi, sebanyak 2.000 ekor HPR berhasil mendapatkan vaksin rabies.

“Capaian vaksinasi sebanyak 2.000 ekor HPR ini merupakan bagian dari langkah kita untuk meningkatkan perlindungan terhadap hewan sekaligus mencegah potensi penularan rabies di masyarakat,” jelas Yuni.

Selain vaksinasi, Diskannak juga menggelar Diskannak Fun Cat Show. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah bagi komunitas dan pemilik hewan kesayangan, tetapi sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kesejahteraan hewan peliharaan.

Yuni menilai kesadaran pemilik hewan merupakan salah satu faktor penting dalam pengendalian rabies. Pemeliharaan hewan yang baik, termasuk memperhatikan kondisi kesehatan dan pemberian vaksinasi, dapat mendukung upaya pencegahan penyakit.

40 Kader Siaga Rabies Dibekali Pengetahuan

Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi dengan pelatihan Kader Siaga Rabies (Kasira) yang diikuti sebanyak 40 orang.

Para kader tersebut dipersiapkan menjadi bagian dari garda terdepan di tengah masyarakat, khususnya dalam mendeteksi, melaporkan, serta membantu penanganan dini apabila ditemukan indikasi kasus rabies di wilayah masing-masing.

“Kita berharap para kader ini dapat membantu memperkuat kewaspadaan masyarakat. Mereka dipersiapkan untuk mendeteksi, melaporkan, dan membantu penanganan dini kasus rabies di wilayah masing-masing,” ujar Yuni.

Ia menegaskan, berakhirnya rangkaian kegiatan Hari Rabies Sedunia bukan berarti upaya pencegahan rabies ikut berhenti.

Menurutnya, pengendalian rabies akan terus dilakukan melalui seluruh UPTD Diskannak di wilayah OKU Timur, baik melalui kegiatan aktif maupun pemantauan secara pasif.

“Gerakan pencegahan rabies tidak berhenti sampai di sini. Upaya pencegahan dan penanggulangan rabies akan terus berlanjut melalui seluruh UPTD masing-masing, baik secara pasif maupun aktif,” tegasnya.

Yuni berharap keterlibatan pemerintah, petugas kesehatan hewan, kader, pemerintah kecamatan dan desa, komunitas pecinta hewan, serta masyarakat dapat terus dipertahankan.

“Kerja keras dan kolaborasi kita semua adalah kunci utama perlindungan kesehatan masyarakat OKU Timur,” pungkas Yuni. (Red)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights