Nama: Nanin Uvianti
NIM: PO7124226216
Prodi : RPL DIV Kebidanan Poltekes Kemenkes Palembang
Mata Kuliah : Pendidikan Pancasila
Dosen Pengampu : Wendy Anugrah Octavian, SPd, M.Pd
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PANCASILA SEBAGAI BIDAN DESA DI LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL DAN KEHIDUPAN SEHARI-HARI
A. Pendahuluan
Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman hidup bangsa Indonesia. Nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila tidak hanya untuk dipahami dan dihafalkan, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan tersebut dapat dilakukan di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam menjalankan pekerjaan.
Sebagai seorang bidan desa, penerapan nilai-nilai Pancasila sangat penting karena bidan berhubungan langsung dengan masyarakat. Bidan tidak hanya memberikan pelayanan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, bayi, dan masyarakat, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan edukasi, membantu meningkatkan kesehatan masyarakat, serta membangun hubungan yang baik dengan warga desa.
Oleh karena itu, seorang bidan desa harus mampu menunjukkan sikap yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, mulai dari menghormati keyakinan pasien, memperlakukan masyarakat secara manusiawi, menjaga persatuan, mengutamakan musyawarah, hingga memberikan pelayanan secara adil.
B. Implementasi Sila Pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
Sila pertama mengajarkan bahwa setiap manusia harus percaya dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menghormati kebebasan orang lain dalam menjalankan agama dan kepercayaannya.
Implementasi sebagai Bidan Desa
Sebagai bidan desa, penerapan sila pertama dapat dilakukan dengan menghormati agama dan kepercayaan setiap pasien tanpa membeda-bedakan pelayanan. Bidan harus memahami bahwa setiap pasien dapat memiliki keyakinan, kebiasaan, dan cara beribadah yang berbeda.
Bidan juga tidak boleh memaksakan keyakinan pribadi kepada pasien. Selama tidak membahayakan keselamatan pasien, bidan dapat memberikan kesempatan kepada pasien dan keluarganya untuk menjalankan ibadah atau kegiatan keagamaan.
Contoh : Seorang ibu hamil yang beragama Islam datang untuk melakukan pemeriksaan kehamilan. Ketika waktu salat tiba, ibu tersebut meminta izin untuk melaksanakan salat terlebih dahulu. Bidan memberikan kesempatan dan menunjukkan tempat yang dapat digunakan untuk beribadah.
Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, sila pertama dapat diterapkan dengan menjalankan ibadah sesuai agama masing-masing, menghormati tetangga yang berbeda agama, serta tidak mengganggu kegiatan keagamaan orang lain.
Contoh : Ketika tetangga sedang melaksanakan kegiatan keagamaan, kita menjaga ketenangan dan tidak membuat keributan. Kita juga tetap menjaga hubungan baik dengan tetangga meskipun memiliki agama atau keyakinan yang berbeda.
C. Implementasi Sila Kedua: Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Sila kedua mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki derajat, hak, dan martabat yang harus dihormati. Dalam pelayanan kesehatan, nilai kemanusiaan menjadi sangat penting karena setiap pasien berhak mendapatkan perlakuan yang baik dan manusiawi.
Implementasi sebagai Bidan Desa
Seorang bidan desa harus memberikan pelayanan dengan ramah, sopan, penuh empati, dan tidak melakukan diskriminasi. Pasien harus tetap dihargai tanpa memandang kondisi ekonomi, pendidikan, pekerjaan, suku, agama, maupun latar belakang sosialnya.
Bidan juga harus menjaga privasi dan kerahasiaan pasien serta mendengarkan keluhan pasien dengan baik.
Contoh : Seorang ibu dari keluarga kurang mampu datang untuk memeriksakan kehamilannya. Bidan tetap menyambut dengan ramah, melakukan pemeriksaan dengan baik, memberikan informasi mengenai kondisi kehamilan, dan menjelaskan pelayanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan.
Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, nilai kemanusiaan dapat diterapkan dengan saling membantu, menghargai orang lain, tidak melakukan perundungan, serta memiliki kepedulian terhadap tetangga yang sedang mengalami kesulitan.
Contoh : Ketika mengetahui ada tetangga yang sakit, kita dapat menjenguk atau membantu sesuai kemampuan. Jika terdapat warga lanjut usia yang membutuhkan bantuan, kita dapat membantu tanpa mengharapkan imbalan.
D. Implementasi Sila Ketiga: Persatuan Indonesia
Sila ketiga mengajarkan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Bidan desa biasanya bertugas di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang suku, agama, budaya, pendidikan, dan kondisi ekonomi yang berbeda. Oleh karena itu, bidan memiliki peran penting dalam menjaga hubungan yang harmonis dengan seluruh masyarakat.
Implementasi sebagai Bidan Desa
Bidan harus memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan asal daerah, suku, agama, ataupun kelompok tertentu.
Bidan juga dapat bekerja sama dengan kepala desa, kader Posyandu, Puskesmas, PKK, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masyarakat dalam melaksanakan kegiatan kesehatan.
Contoh : Dalam kegiatan Posyandu, bidan bekerja sama dengan kader untuk melakukan penimbangan bayi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.
Ketika terdapat masyarakat yang berasal dari suku atau daerah yang berbeda, bidan tetap memberikan pelayanan yang sama dan berusaha memahami kebiasaan masyarakat setempat selama tidak bertentangan dengan keselamatan pasien.
Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Penerapan sila ketiga dapat dilakukan dengan menjaga kerukunan antarwarga, mengikuti kegiatan gotong royong, tidak menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan konflik, dan menghargai perbedaan.
Contoh : Mengikuti kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan desa bersama masyarakat tanpa membedakan suku, agama, pekerjaan, maupun status sosial.
E. Implementasi Sila Keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Sila keempat mengajarkan bahwa suatu keputusan sebaiknya dilakukan melalui musyawarah dengan menghargai pendapat setiap orang. Dalam pelayanan kebidanan, bidan juga perlu melakukan komunikasi dua arah dengan pasien. Pasien bukan hanya menerima tindakan, tetapi juga perlu mendapatkan penjelasan dan dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait pelayanan yang diterimanya sesuai kewenangan dan kondisi pelayanan.
Implementasi sebagai Bidan Desa
Bidan dapat menerapkan sila keempat dengan mendengarkan pendapat pasien dan keluarga, memberikan informasi dengan jelas, serta berdiskusi dengan masyarakat ketika merencanakan kegiatan kesehatan.
Contoh : Dalam menentukan jadwal kegiatan kelas ibu hamil, bidan berdiskusi dengan kader dan ibu hamil mengenai waktu yang paling memungkinkan agar kegiatan dapat diikuti oleh banyak peserta.
Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan bermasyarakat, sila keempat dapat diterapkan dengan mengutamakan musyawarah ketika terdapat masalah, tidak memaksakan kehendak, dan menghargai pendapat orang lain.
Contoh : Ketika warga ingin menentukan jadwal kerja bakti, keputusan tidak ditentukan oleh satu orang saja. Warga melakukan musyawarah untuk memilih waktu yang dapat disepakati bersama.
F. Implementasi Sila Kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Sila kelima mengajarkan pentingnya bersikap adil dan memberikan hak kepada setiap orang sesuai dengan kebutuhannya. Dalam pelayanan kesehatan, keadilan berarti setiap masyarakat mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa diskriminasi.
Implementasi sebagai Bidan Desa
Bidan harus memberikan pelayanan secara adil kepada masyarakat tanpa membedakan pasien berdasarkan kekayaan, pekerjaan, pendidikan, kedekatan pribadi, maupun status sosial.
Pelayanan juga perlu mempertimbangkan kebutuhan pasien. Pasien dengan kondisi kegawatdaruratan, misalnya, harus mendapatkan penanganan sesuai prioritas medis. Contoh : Apabila terdapat dua pasien datang ke tempat pelayanan, kemudian salah satunya mengalami kondisi kegawatdaruratan, bidan mendahulukan pasien tersebut berdasarkan tingkat kegawatannya, bukan karena status sosial atau hubungan pribadi.
Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam kehidupan sehari-hari, sila kelima dapat diterapkan dengan bersikap adil kepada anggota keluarga dan masyarakat, menghormati hak orang lain, serta membantu masyarakat yang membutuhkan sesuai kemampuan.
Contoh : Ketika melakukan pembagian tugas dalam kegiatan masyarakat, pekerjaan dibagi secara adil berdasarkan kemampuan masing-masing warga dan tidak hanya dibebankan kepada beberapa orang.
Ringkasan Implementasi Pancasila sebagai Bidan Desa
| Sila Pancasila | Implementasi sebagai Bidan Desa | Contoh Nyata |
| 1. Ketuhanan Yang Maha Esa | Menghormati agama dan keyakinan pasien | Memberikan kesempatan pasien beribadah dan tidak membedakan pelayanan berdasarkan agama |
| 2. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab | | Memberikan pelayanan secara manusiawi, sopan, dan penuh empati | Mendengarkan keluhan ibu hamil dengan sabar serta menjaga privasi pasien |
| 3. Persatuan Indonesia | Melayani seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang | Bekerja sama dengan kader, masyarakat, dan perangkat desa dalam kegiatan Posyandu |
| 4. Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan | Mengutamakan komunikasi, diskusi, dan musyawarah | Bermusyawarah dengan kader dan masyarakat dalam menentukan jadwal kegiatan kesehatan |
| 5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia | Memberikan pelayanan secara adil sesuai kebutuhan pasien | Tidak membedakan pasien berdasarkan ekonomi atau status sosial dan memprioritaskan kegawatdaruratan |
Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Selain dalam menjalankan profesi sebagai bidan desa, nilai Pancasila juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa contoh sederhana antara lain:
| Lingkungan | Bentuk Implementasi | Contoh |
| Keluarga | Saling menghormati dan membantu | Membantu pekerjaan rumah dan menghormati orang tua |
| Tetangga | Menjaga kerukunan | Menjenguk tetangga yang sakit |
| Masyarakat | Gotong royong | Mengikuti kerja bakti membersihkan lingkungan |
| Keagaman | Toleransi | Menghormati tatangga yang sedang beribadah |
| Musyawarah | Menghargai pandapat | Mengikuti rapat warga dan tidak memaksakan pendapat |
| Sosial | Bersikap adil | Tidak membeda-bedakan teman berdasarkan ekonomi, suku, atau agama |
| Kesehatan | Perduli terhadap kesehatan lingkungan | Mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat |
Kesimpulan
Implementasi Pancasila sebagai bidan desa dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sila pertama diterapkan dengan menghormati agama dan keyakinan pasien.
Sila kedua diwujudkan melalui pelayanan yang manusiawi dan penuh empati. Sila ketiga diterapkan dengan menjaga persatuan dan bekerja sama dengan seluruh lapisan masyarakat. Sila keempat diwujudkan dengan mengutamakan komunikasi dan musyawarah. Sementara itu, sila kelima diterapkan dengan memberikan pelayanan secara adil sesuai kebutuhan masyarakat.
Penerapan Pancasila juga tidak berhenti ketika seorang bidan selesai menjalankan tugasnya. Dalam kehidupan sehari-hari, nilai Pancasila dapat diwujudkan melalui sikap toleransi, saling menghormati, gotong royong, membantu sesama, bermusyawarah, serta bersikap adil.
Dengan demikian, seorang bidan desa bukan hanya berperan sebagai tenaga kesehatan, tetapi juga dapat menjadi contoh dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat. Melalui pelayanan yang profesional, manusiawi, adil, dan menghargai keberagaman, bidan dapat ikut menciptakan masyarakat yang sehat, rukun, dan sejahtera.




