BeritaPedia.news, OKU TIMUR – Personel Polsek Madang Suku I Polres OKU Timur melakukan ground check terhadap dua titik panas (hotspot) yang terpantau melalui aplikasi Stop Karhutla Polda Sumatera Selatan, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan pengecekan dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIB hingga selesai sebagai tindak lanjut atas notifikasi deteksi titik panas (hotspot) BRIN di wilayah hukum Polsek Madang Suku I.
Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat dua titik koordinat yang terdeteksi. Titik pertama memiliki tingkat confidence 8 atau kategori sedang (medium) dengan radius deteksi 1.125 meter, sementara titik kedua juga memiliki confidence 8 dengan radius deteksi 1.280 meter. Kedua titik tersebut terpantau melalui satelit SNPP dan NOAA-20 pada Kamis (3/9/2026) dini hari.
Kapolres OKU Timur AKBP Dr. Lalu Hedwin Hanggara, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., melalui Kapolsek Madang Suku I Iptu Dodi Mardani, S.H., M.M., C.PM., mengatakan pengecekan lapangan dilakukan sebagai langkah cepat untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi yang terindikasi sebagai titik panas.
“Personel melakukan pengecekan langsung dengan menggunakan panduan Google Maps untuk memastikan keberadaan titik hotspot serta kondisi di lapangan,” ujar Iptu Dodi.
Dalam kegiatan tersebut, dua personel Polsek Madang Suku I, yakni Aiptu Andres dan Aipda Bobi, bersama perangkat desa serta masyarakat yang peduli terhadap pencegahan karhutla, mendatangi lokasi yang terindikasi.
Dari hasil pengecekan, petugas menemukan area yang terindikasi sebagai titik hotspot berada pada lahan gambut dengan luas lahan terbakar diperkirakan sekitar dua hektare. Saat petugas bersama masyarakat tiba di lokasi, api diketahui sudah dalam keadaan padam.
“Setelah dilakukan pengecekan bersama warga masyarakat, kondisi api di lokasi sudah padam. Untuk penyebab kebakaran sampai saat ini masih belum diketahui dan masih dalam proses penyelidikan,” jelasnya.
Petugas selanjutnya melakukan langkah mitigasi terhadap lokasi tersebut guna memastikan tidak terdapat potensi api yang kembali menyala dan berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Sementara itu, pemilik lahan yang terbakar hingga pelaksanaan pengecekan belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab maupun pihak yang berkaitan dengan lahan tersebut.
Iptu Dodi menegaskan bahwa setiap informasi mengenai titik hotspot akan ditindaklanjuti melalui pengecekan langsung di lapangan sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan karhutla.
“Pengecekan dan mitigasi ini merupakan bagian dari upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas, sekaligus memastikan situasi di wilayah tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.
Hasil ground check dan kegiatan mitigasi terhadap dua titik hotspot tersebut telah diselesaikan dan dilaporkan melalui sistem aplikasi Stop Karhutla Polda Sumatera Selatan.
Hingga kegiatan selesai dilaksanakan, situasi di wilayah hukum Polsek Madang Suku I dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif.














