BeritaPedia.news, OKU TIMUR – Dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian di Kabupaten OKU Timur terus diperkuat. Melalui sinergi pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten OKU Timur, para petani mendapatkan bantuan sarana dan prasarana pertanian untuk menghadapi kondisi cuaca yang semakin kering serta keterbatasan ketersediaan air.
Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan sektor pertanian di Kabupaten OKU Timur.
Untuk mendukung ketersediaan air bagi lahan pertanian, pemerintah menyalurkan sebanyak 223 unit pompa air, 55 unit irigasi perpompaan, 22 unit sumur bor dangkal dan dalam, serta 40 unit bantuan perbaikan jaringan irigasi tersier.
Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan alat dan mesin pertanian untuk mendukung proses produksi, mulai dari pengolahan lahan hingga panen.
Bantuan tersebut terdiri dari 30 unit traktor roda dua, 32 unit traktor roda empat, tujuh unit rotavator, 15 unit rice transplanter, 20 unit combine harvester, serta lima unit power thresher. Pemerintah juga memberikan dukungan berupa benih padi, benih jagung dan pupuk organik cair.
Sejumlah sarana pertanian yang disalurkan tersebut juga merupakan hasil karya anak bangsa.
Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M. menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, serta seluruh pihak yang terus berupaya memperkuat sektor pertanian di Kabupaten OKU Timur.
Menurut Bupati, kondisi cuaca yang semakin panas dan keterbatasan air perlu diantisipasi secara serius karena berpotensi memberikan tekanan terhadap aktivitas pertanian, khususnya dalam menghadapi dampak El Nino.
“Kalau air tidak tersedia, petani akan kesulitan. Karena itu, bantuan ini kita arahkan untuk menjawab kebutuhan yang memang dihadapi petani di lapangan,” ujar Bupati saat penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian di Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Rabu (2/9/2026).
Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan yang diberikan harus benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan produksi pertanian. Pengelolaannya juga diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh kelompok tani dan masyarakat.
“Bantuan ini jangan hanya dilihat sebagai bantuan alat. Ini bagian dari upaya kita untuk membantu petani tetap bisa berproduksi dalam kondisi yang tidak mudah,” katanya.
Selain penguatan sarana dan prasarana pertanian, Bupati juga mendorong pentingnya pengelolaan sumber air secara bersama. Salah satu alternatif yang terus didorong adalah pengembangan sumur bor untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian, terutama ketika sumber air permukaan mengalami penurunan.
Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan mekanisasi pertanian agar proses produksi dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Meski demikian, Bupati mengingatkan bahwa modernisasi pertanian tetap harus memperhatikan kondisi sosial masyarakat. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat berjalan secara seimbang dengan keterlibatan tenaga kerja di sektor pertanian.
Di sisi lain, kelompok wanita tani juga didorong untuk terus mengambil peran melalui berbagai kegiatan produktif dan pengembangan keterampilan yang dapat membuka peluang usaha serta meningkatkan perekonomian keluarga petani.
“Yang kita pikirkan bukan hanya bagaimana pertanian tetap berjalan, tetapi bagaimana petani tetap mendapatkan manfaat dan penghasilan dari pertanian,” tegas Bupati.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten OKU Timur, Niswaturrohmah, S.T.P., M.E.P., mengatakan kondisi cuaca ekstrem berpotensi memengaruhi produksi pertanian apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Oleh karena itu, Dinas Pertanian OKU Timur bersama para penyuluh terus mendorong berbagai langkah adaptasi, di antaranya melalui percepatan masa tanam, penyediaan benih, pupuk organik cair, serta dukungan sarana dan mesin pertanian.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan mampu membantu petani menghadapi keterbatasan air sekaligus menjaga keberlangsungan proses budidaya, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga masa panen.
“Langkah-langkah adaptasi terus kita dorong bersama penyuluh dan petani agar proses budidaya tetap berjalan. Dukungan sarana, benih dan mesin pertanian diharapkan dapat membantu petani menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” ujar Niswaturrohmah.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten OKU Timur, bantuan sarana dan prasarana tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan petani dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Penguatan sarana pengairan dan mekanisasi pertanian juga diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus mempertahankan peran Kabupaten OKU Timur sebagai salah satu daerah penopang sektor pertanian di Sumatera Selatan.














