BeritaPedia.news, OKU TIMUR – Personel Polsek Madang Suku I melaksanakan monitoring debit air Sungai Komering di wilayah Desa Rasuan, Kecamatan Madang Suku I, Kabupaten OKU Timur, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi banjir yang dapat mengancam wilayah-wilayah di sepanjang aliran Sungai Komering.
Monitoring dilakukan oleh personel Polsek Madang Suku I, yakni Aiptu Heri Sumanto dan Aipda Saleh. Pengecekan difokuskan pada kondisi debit air sungai, akses penyeberangan, serta situasi permukiman warga yang berada di kawasan rawan terdampak luapan sungai.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air Sungai Komering tidak mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya. Akses penyeberangan di Desa Rasuan masih dapat digunakan secara normal, sementara permukiman masyarakat di sekitar bantaran sungai juga masih dalam kondisi aman dan belum terdampak banjir.
Selain Desa Rasuan, wilayah yang berada di pesisir Sungai Komering dalam hukum Polsek Madang Suku I meliputi Desa Tridadi, Desa Gunung Terang, Desa Mendayun, Desa Agung Jati, Desa Karta Mulya, dan Desa Mengulak. Seluruh wilayah tersebut hingga saat ini dilaporkan masih aman dari ancaman banjir.
Kapolsek Madang Suku I, IPTU Dodi Mardani, S.H., M.M., C.P.M., mengatakan bahwa kegiatan monitoring dilakukan secara rutin untuk memastikan perkembangan kondisi Sungai Komering sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Monitoring ini merupakan langkah preventif yang terus kami lakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir. Hingga saat ini debit air Sungai Komering masih relatif stabil, sehingga aktivitas masyarakat, termasuk akses penyeberangan dan permukiman warga, tetap berjalan normal,” ujar IPTU Dodi Mardani.
Ia menambahkan, meskipun kondisi saat ini masih aman, pihaknya tetap mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Komering agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama apabila terjadi peningkatan curah hujan dalam beberapa hari ke depan.
“Kami akan terus memantau perkembangan debit air secara berkala dan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kenaikan debit air yang berpotensi menimbulkan banjir, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” pungkasnya.














