BeritaPedia.news, OKU TIMUR – Suasana penuh kekhusyukan dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Haul Jam’ul Jawami’ yang dirangkaikan dengan Istighosah Wali Songo serta pembagian piagam dan souvenir Program Haji Badal kepada 26 peserta Tahun 2026.
Kegiatan tersebut digelar di Pondok Pesantren Yatim Piatu Al Jihadul Karim, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, pada Senin malam (6/7/2026).

Acara dihadiri oleh Romo KH. Much. Imam Chambali bersama para ulama, tokoh agama, santri, dan ratusan jamaah Istighosah Wali Songo yang datang dari berbagai daerah untuk mengikuti rangkaian doa bersama, haul, serta silaturahmi keagamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Romo KH. Much. Imam Chambali mengajak seluruh jamaah untuk terus menjaga semangat persatuan, memperkuat keimanan, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang membawa manfaat bagi umat.
“Haul bukan sekadar mengenang jasa para ulama, tetapi juga menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperbanyak doa, dan meneladani perjuangan para pendahulu dalam menyebarkan syiar Islam. Semoga seluruh jamaah senantiasa diberikan keberkahan dan istiqamah dalam beribadah,” ujar Romo KH. Much. Imam Chambali.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan dan souvenir kepada 26 peserta Program Haji Badal Tahun 2026. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus simbol telah dilaksanakannya amanah ibadah badal haji sesuai ketentuan yang berlaku.
Ketua Panitia Badal Haji, Ermawan Setiawan, A.Md.T., M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan dengan lancar berkat dukungan seluruh panitia, jamaah, serta para donatur.
“Alhamdulillah, kegiatan Haul Jam’ul Jawami’ yang dirangkaikan dengan pembagian piagam dan souvenir Haji Badal Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah dan pihak yang telah memberikan dukungan sehingga acara berlangsung dengan khidmat dan penuh keberkahan,” ungkap Ermawan Setiawan.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarjamaah sekaligus meningkatkan semangat beribadah dan kecintaan kepada para ulama.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin para ulama, memohon keberkahan, keselamatan bangsa, serta kesehatan dan kemudahan rezeki bagi seluruh jamaah yang hadir.
Suasana haru dan penuh kekeluargaan mengakhiri rangkaian kegiatan yang berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh hikmat. (Gie)














