Example 728x250
Berita

Penganugerahan Gelar Komering, Harmoni Pangan dan Budaya di Bumi Sebiduk Sehaluan

149
×

Penganugerahan Gelar Komering, Harmoni Pangan dan Budaya di Bumi Sebiduk Sehaluan

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur – Di balik meriahnya Panen Raya Jagung Kuartal III, Kabupaten OKU Timur kembali menorehkan sejarah dengan memadukan ketahanan pangan dan pelestarian budaya. Sejumlah pejabat tinggi negara mendapat gelar kehormatan Komering dalam prosesi sakral yang digelar di Puri Sebiduk Sehaluan, Kecamatan Bunga Mayang, pada Sabtu 27 September 2025.

Acara ini menjadi penegasan bahwa OKU Timur bukan hanya lumbung pangan nasional, melainkan juga pusat pelestarian adat dan tradisi Komering. Prosesi adat yang diwarnai dengan pengalungan bunga, tari sambut Sebiduk Sehaluan, hingga alunan kulintang menciptakan suasana khidmat dan penuh makna.

Gelar Kehormatan untuk Tokoh Bangsa

Dalam prosesi tersebut, Lembaga Pembina Adat OKU Timur menganugerahkan gelar adat kepada lima tokoh nasional.

Menko Pangan RI Dr. (h.c) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. dianugerahi gelar Suttan Penyimbang Alam

Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listiyo Sigit Prabowo, M.Si. menerima gelar Raja Mangku Bhayangkara

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, S.E. mendapat gelar Ratu Mahkota Tulin Pujian Tebuayan.

Kepala Badan Pangan Nasional H. Arief Prasetyo Adi, S.T., M.T., Ph.D. (h.c) dianugerahi gelar Raja Mangku Pangan Budiwa

Direktur Utama Bulog RI Letjend TNI Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han. mendapat gelar Prabu Mangku Balai Pangan

Sebelum gelar diumumkan, pisaan tutur kata Komering dilantunkan, menjadi doa dan pengharapan bagi para penerima gelar.

Simbol Persaudaraan

Ketua Lembaga Pembina Adat OKU Timur, H. Leo Budi Rachmadi, dalam sambutannya mengatakan bahwa penganugerahan gelar ini adalah bentuk penghormatan atas kontribusi para tokoh dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa.

“Gelar adat Komering bukan sekadar simbol, tetapi ikatan persaudaraan yang meneguhkan komitmen kebersamaan. Kami berharap, nilai-nilai luhur budaya ini menjadi pengingat sekaligus pendorong bagi para pemimpin untuk terus menyejahterakan rakyat,” ujarnya.

Prosesi dilanjutkan dengan pemasangan kain songket kepada Siti Hediati Soeharto oleh Ketua TP PKK OKU Timur dr. Sheila Noberta, Sp.A., M.Kes., serta pemakaian Kapudang oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru kepada para tokoh lainnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Herman Deru menekankan bahwa pelestarian adat harus berjalan beriringan dengan pembangunan.

“Hari ini kita menyaksikan harmoni antara pangan dan budaya. OKU Timur tidak hanya memberi makan bangsa, tetapi juga menjaga jati diri melalui adat Komering yang agung,” tuturnya.

Apresiasi dan Harapan

Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., menyampaikan rasa bangganya atas momentum bersejarah ini.

“Kami berharap gelar adat ini menjadi pengikat batin antara masyarakat Komering dengan para pemimpin bangsa. Semoga kehormatan ini menguatkan tekad kita bersama dalam membangun pangan yang tangguh sekaligus melestarikan warisan budaya,” ungkapnya.

Acara penganugerahan ini turut dihadiri oleh Kapolda Sumsel Irjen Pol. Andi Rian R. Djajadi, S.I.K., M.H., Kasdam II Sriwijaya, Forkopimda OKU Timur, Wakil Bupati H.M. Adi Nugraha Purna Yudha, S.H., para kepala OPD, serta tamu undangan lainnya.

Dengan berlangsungnya prosesi sakral ini, Kabupaten OKU Timur sekali lagi menunjukkan jati dirinya sebagai “Bumi Sebiduk Sehaluan” – tempat di mana pangan, budaya, dan persaudaraan berpadu dalam satu kehormatan. (Gie)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights