Example 728x250
Berita

Warga Belitang Jaya Harapkan Perhatian Pemerintah, Rumah Tidak Layak Huni Masih Menjadi Potret Kemiskinan

162
×

Warga Belitang Jaya Harapkan Perhatian Pemerintah, Rumah Tidak Layak Huni Masih Menjadi Potret Kemiskinan

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur — Di tengah berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat, masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Salah satunya terlihat di Desa Argomulyo, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan.

Beberapa rumah papan milik warga setempat tampak membutuhkan perhatian, terutama dari sisi kelayakan tempat tinggal. Kondisi tersebut menjadi harapan agar pemerintah pusat maupun daerah dapat kembali melakukan pendataan serta memberikan bantuan melalui program perbaikan rumah, seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Pantauan di lapangan, sejumlah rumah warga yang mayoritas berprofesi sebagai buruh tani dan buruh harian masih berdinding papan dengan kondisi yang cukup sederhana. Bahkan, terdapat satu rumah di Dusun 1 (Argopeni) yang diketahui masih menggunakan atap terpal dan tetap ditempati oleh pemiliknya.

Mulyono, selaku Kasi Kesra Pemerintah Desa Argomulyo, membenarkan bahwa sebelumnya sejumlah warga yang membutuhkan bantuan rumah layak huni telah dilakukan pendataan dan pengajuan.

“Dulu sudah didata dan sudah pernah diajukan, namun sampai saat ini belum ada kabar dari pihak manapun maupun dinas terkait,” ujar Mulyono.

Sementara itu, Slamet atau yang akrab disapa Mamok, warga Desa Argomulyo, menyampaikan keprihatinannya melihat kondisi salah satu tetangganya yang masih tinggal di rumah papan.

“Nario itu tetangga saya. Melihat kondisi rumahnya sangat memprihatinkan, apalagi saat hujan disertai angin pasti membuat khawatir. Semoga ke depannya bisa didata kembali dan mendapat perhatian dari pemerintah melalui program bedah rumah,” ungkapnya.

Pemilik rumah, Nario, warga Dusun 4 Argomulyo, berharap adanya perhatian pemerintah agar dapat memiliki tempat tinggal yang lebih layak.

“Kalau hujan angin, saya selalu merasa khawatir karena kondisi rumah seperti ini. Saya ingin memperbaiki dengan bata dan semen, tapi belum ada biaya. Saya hanya buruh harian, sedangkan istri saya buruh tani, penghasilan juga tidak menentu,” jelas Nario.

Dirinya berharap program bantuan rumah layak huni dapat menyentuh keluarganya sehingga impian memiliki rumah yang lebih aman dan nyaman bisa terwujud.

“Saya berharap bisa mendapatkan perhatian pemerintah terkait program bantuan bedah rumah,” pungkasnya.

Keberadaan rumah-rumah tidak layak huni tersebut menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan dukungan agar dapat menikmati hunian yang lebih sehat dan aman. Diharapkan sinergi antara pemerintah desa, daerah, hingga pusat dapat terus berjalan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red/Gie)

Artikel ini juga telah tayang di https://www.mediainvestigasi.net/potret-kemiskinan-masih-ada-di-oku-timur-semoga-warga-ini-mendapatkan-program-bedah-rumah-kedepannya/

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights