Example 728x250
Berita

Proyek Jalan Rabat Beton di Gabus Wetan Disorot, Warga Pertanyakan Kesesuaian Pekerjaan dengan RAB

19
×

Proyek Jalan Rabat Beton di Gabus Wetan Disorot, Warga Pertanyakan Kesesuaian Pekerjaan dengan RAB

Share this article

BeritaPedia.news, Indramayu – Pekerjaan proyek rekonstruksi jalan rabat beton yang menghubungkan wilayah Desa Gabus Kulon dan Karang Sinom, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, menjadi sorotan warga. Proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 dengan nilai kontrak mencapai Rp4.774.967.000 tersebut diduga tidak dikerjakan sesuai standar teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Jumat (5/6/2026), proyek tersebut dilaksanakan oleh CV Sarana Nusaraya. Namun, sejumlah warga menilai terdapat indikasi pengurangan volume pekerjaan yang berpotensi memengaruhi kualitas dan ketahanan jalan dalam jangka panjang.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa dirinya menemukan sejumlah kejanggalan dalam proses pelaksanaan proyek. Menurutnya, beberapa item pekerjaan diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan.

“Diduga ada pengurangan volume pekerjaan, terutama pada bagian tertentu yang berkaitan dengan penggunaan material pendukung. Jika benar demikian, tentu akan berpengaruh terhadap kualitas konstruksi jalan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti penggunaan material biotek atau plastik yang disebut sebagai bagian penting dalam konstruksi pendukung drainase dan struktur jalan. Menurutnya, pemasangan material tersebut diduga tidak dilakukan secara utuh sebagaimana mestinya.

“Seharusnya material itu dipasang secara penuh sesuai ketentuan. Kalau dibagi atau dikurangi, fungsi serta daya tahannya bisa berkurang dan berisiko memengaruhi umur konstruksi,” katanya.

Warga tersebut mengaku mengetahui spesifikasi teknis proyek berdasarkan informasi yang tercantum dalam RAB. Dari pengetahuannya, material pendukung itu harus dipasang secara utuh pada setiap segmen tertentu agar dapat berfungsi maksimal.

“Setahu saya dalam perencanaannya sudah diatur. Tetapi di lapangan terlihat berbeda. Karena itu kami berharap ada pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang,” tambahnya.

Proyek rekonstruksi jalan tersebut sejatinya diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat pedesaan, termasuk mendukung aktivitas ekonomi warga, petani, dan pelaku usaha kecil di wilayah Gabus Wetan. Namun apabila dugaan pengurangan volume pekerjaan terbukti benar, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memperpendek umur layanan jalan dan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih cepat dari yang direncanakan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak CV Sarana Nusaraya selaku pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan yang disampaikan masyarakat. Upaya konfirmasi yang dilakukan oleh tim media juga belum memperoleh tanggapan.

“Kami masih berusaha menghubungi pihak pelaksana untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi terkait pelaksanaan proyek tersebut,” ujar sumber media.

Sementara itu, masyarakat berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu segera melakukan pengecekan lapangan dan pengawasan menyeluruh terhadap pekerjaan tersebut.

“Kami berharap ada audit dan pemeriksaan yang objektif agar penggunaan anggaran daerah benar-benar transparan serta hasil pekerjaannya sesuai dengan yang direncanakan,” kata warga.

Warga juga menegaskan bahwa jalan tersebut memiliki peran penting bagi mobilitas masyarakat setempat. Karena itu mereka berharap proyek dapat diselesaikan dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat. Kami ingin pembangunan dilakukan sesuai spesifikasi agar tidak cepat rusak dan anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat,” pungkasnya. (*)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights