Example 728x250
Berita

Herman Deru Ajak Masyarakat Komering Jaga Identitas Budaya dalam Silaturahmi Forkom Petanggan ke-5

152
×

Herman Deru Ajak Masyarakat Komering Jaga Identitas Budaya dalam Silaturahmi Forkom Petanggan ke-5

Share this article

BeritaPedia.news, OKU Timur — Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya lokal mengemuka dalam kegiatan Silaturahmi Forum Komunikasi (Forkom) Petanggan ke-5 yang berlangsung di Desa Petanggan, Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten OKU Timur, Minggu (31/5/2026).

Acara yang mengusung tema “Merawat Silaturahmi, Melestarikan Budaya Komering” tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, yang disambut langsung oleh Bupati OKU Timur, Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya Komering sebagai bagian dari identitas masyarakat Sumatera Selatan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh menjadi alasan untuk meninggalkan akar budaya dan tradisi yang telah diwariskan oleh para leluhur.

“Budaya adalah identitas. Karena itu, masyarakat Komering harus terus menjaga dan melestarikannya. Jangan sampai adat istiadat yang telah diwariskan turun-temurun justru tergerus oleh perkembangan zaman,” kata Herman Deru.

Ia menilai keberadaan Forkom Petanggan memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjadi wadah untuk membangun komunikasi dan persatuan di tengah keberagaman.

“Forum seperti ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas sosial. Dari sinilah berbagai gagasan dan solusi untuk kemajuan masyarakat dapat lahir,” ujarnya.

Gubernur Sumsel dua periode tersebut juga mengingatkan pentingnya mempertahankan penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari sebagai salah satu cara menjaga eksistensi budaya lokal.

“Bahasa ibu adalah bagian dari identitas budaya. Jika bahasa tetap digunakan dan diwariskan kepada anak-anak, maka budaya itu akan tetap hidup dan tidak mudah hilang,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur, Leo Budi Rachmadi, menjelaskan bahwa pelestarian budaya di Kabupaten OKU Timur dilakukan secara inklusif dengan melibatkan seluruh etnis yang hidup berdampingan di wilayah tersebut.

Menurutnya, keberagaman suku yang ada di Kabupaten OKU Timur merupakan aset sosial yang harus dijaga melalui penguatan lembaga adat sebagai wadah pemersatu masyarakat.

“Lembaga Pembina Adat Kabupaten OKU Timur tidak hanya menaungi masyarakat Komering, tetapi juga seluruh etnis yang ada di daerah ini. Semua kami rangkul dalam semangat kebersamaan dan persaudaraan,” ujar Leo.

Ia menyebutkan bahwa kepengurusan lembaga adat saat ini telah melibatkan perwakilan dari berbagai suku, mulai dari Komering, Jawa, Ogan, Bali, Minang hingga Batak.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kelompok masyarakat memiliki ruang yang sama dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya daerah.

“Ke depan, konsolidasi kelembagaan adat akan terus kami lakukan hingga tingkat kecamatan agar pelestarian budaya dan kearifan lokal semakin kuat serta dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya.

Kegiatan Silaturahmi Forkom Petanggan ke-5 berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Selain menjadi ajang mempererat hubungan sosial, kegiatan tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat yang harus terus hidup dan berkembang di tengah kemajemukan Kabupaten OKU Timur. (*Red)

Iklan beritapedia.news 728x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Verified by MonsterInsights